Creasmark Pada Kain


Creasemark pada kain adalah bekas lipatan atau kerutan yang timbul secara permanen dan terlihat jelas pada permukaan kain, biasanya setelah proses produksi seperti dyeing, drying, atau finishing. Masalah ini bisa menyebabkan penurunan kualitas visual kain, terutama untuk kain fashion atau tekstil premium.


๐Ÿ” Penyebab Umum Creasemark pada Kain:

  1. Penanganan Kain yang Tidak Tepat:

    • Kain terlipat atau tergulung terlalu lama sebelum diproses.

    • Penumpukan roll kain terlalu padat atau berat di satu sisi.

  2. Proses Celup atau Finishing:

    • Kain dalam kondisi basah atau lembab lalu terlipat saat proses pemanasan (seperti di stenter atau dryer).

    • Ketidakseimbangan tension (tarikan) kain saat proses berjalan.

    • Jalur kain dobel layer (berlapis dua) dalam airflow, jet dyeing, atau mesin finishing.

  3. Mesin Tidak Stabil:

    • Roll atau tension control tidak rata.

    • Guide roller atau bar kotor, kasar, atau aus sehingga menimbulkan lipatan saat kain lewat.

  4. Jenis Kain:

    • Kain tipis (seperti hyget, chiffon, atau polyester stretch) lebih rentan terhadap kerutan permanen.

    • Kain dengan kandungan elastane/lycra mudah terbentuk lipatan saat panas.


Pencegahan Creasemark:

  1. Penanganan Kain:

    • Hindari melipat kain dalam keadaan basah.

    • Gunakan penyangga roll kain agar tidak berat sebelah.

  2. Proses Produksi:

    • Pastikan ketegangan (tension) kain stabil selama proses.

    • Gunakan sistem single layer (satu lapisan) saat celup atau setting jika memungkinkan.

    • Hindari overloading pada airflow atau jet dyeing.

  3. Pengaturan Mesin:

    • Bersihkan dan periksa roller secara berkala.

    • Gunakan kain penuntun (leader fabric) pada awal proses untuk menghindari kerusakan pada kain utama.

  4. Formula Kimia:

    • Tambahkan pelicin (lubricant/softener) yang sesuai sebelum proses pengeringan.

    • Gunakan wetting agent untuk meratakan kelembaban kain sebelum masuk dryer atau stenter.


๐Ÿ“Œ Tips Tambahan:

  • Untuk kain polyester atau PE, creasemark bisa lebih susah hilang karena sifat termoplastiknya.

  • Lakukan inspeksi roll kain sebelum masuk proses dan pastikan tidak ada tekanan berlebih atau lipatan di permukaan.


Ada 4M yang harus selalu jadi standar untuk memastikan hasil produksi bagus dan maksimal yaitu dari Manusia, Mesin, Material dan Metode

1. Faktor Manusia

ร˜  Pembilasanmasihdalamkondisipanas max 70 drajat

ร˜  Salah seting program jumper /lompat program

ร˜  Kain pada saat masuk mesin celup melintir

ร˜  Tidak menjalankan intruksi kerja seperti masauk anticreas putar 5 menit lanjut masuk kain dst

ร˜  Plot air kurang isi tidak sesuai ketentuan contoh pe24 pakai 1;8

ร˜  Tidak mengecek kondisi mesin seperti bocor, nozle melintir ,karet rell tipis

ร˜  Tidak membersihkan saringan banyak kotor sehingga kain kurang lancar

ร˜  Setting speed mesin terlalu lambat minimal 2,5 menit/1 cycle


2. Faktor Material

ร˜  Auxiliaries tidak berfungsi sempurna

ร˜  Kain gramasi tebal

ร˜  Kain banyak mengandung miyak /oli

ร˜  Kain harus ada preteatmen khusus seperti freset /waterset dll


3. Faktor Mesin

ร˜  Macet pada waktu proses heating / cooling

ร˜  over kapasitas

ร˜  Mesin bocor sehingga hilang tekanan

ร˜  Karet rell sudah tipis kain jadi tegang

ร˜  Bering rell macet / vanbell kendor

ร˜  Semprotan nozle tidak rata, ompong /melintir

ร˜  Speed mesin tidak standar


4. Faktor Metode

ร˜  Pemakaian nozel tidak sesuai dengan ukuran gramasi kain yang akan diproses/lingkaran nozle kurang lebih longgar 40%

ร˜  Pengisian air tidak sesuai standar

ร˜  Cara masuk kain tidak rapi/acak acakan

ร˜  Start masuk kain speed terlalu cepat sehingga kain jubel

ร˜  Proram proses tidak cocok dengan kain yang di proses

ร˜  Heating /cooling manual

Comments

Popular posts from this blog

Proses Pewarnaan Kain Polyester di Jet Dyeing

Belang benang/Barines pada kain setelah Dyeing