Creasmark Pada Kain
Creasemark pada kain adalah bekas lipatan atau kerutan yang timbul secara permanen dan terlihat jelas pada permukaan kain, biasanya setelah proses produksi seperti dyeing, drying, atau finishing. Masalah ini bisa menyebabkan penurunan kualitas visual kain, terutama untuk kain fashion atau tekstil premium.
๐ Penyebab Umum Creasemark pada Kain:
-
Penanganan Kain yang Tidak Tepat:
-
Kain terlipat atau tergulung terlalu lama sebelum diproses.
-
Penumpukan roll kain terlalu padat atau berat di satu sisi.
-
-
Proses Celup atau Finishing:
-
Kain dalam kondisi basah atau lembab lalu terlipat saat proses pemanasan (seperti di stenter atau dryer).
-
Ketidakseimbangan tension (tarikan) kain saat proses berjalan.
-
Jalur kain dobel layer (berlapis dua) dalam airflow, jet dyeing, atau mesin finishing.
-
-
Mesin Tidak Stabil:
-
Roll atau tension control tidak rata.
-
Guide roller atau bar kotor, kasar, atau aus sehingga menimbulkan lipatan saat kain lewat.
-
-
Jenis Kain:
-
Kain tipis (seperti hyget, chiffon, atau polyester stretch) lebih rentan terhadap kerutan permanen.
-
Kain dengan kandungan elastane/lycra mudah terbentuk lipatan saat panas.
-
✅ Pencegahan Creasemark:
-
Penanganan Kain:
-
Hindari melipat kain dalam keadaan basah.
-
Gunakan penyangga roll kain agar tidak berat sebelah.
-
-
Proses Produksi:
-
Pastikan ketegangan (tension) kain stabil selama proses.
-
Gunakan sistem single layer (satu lapisan) saat celup atau setting jika memungkinkan.
-
Hindari overloading pada airflow atau jet dyeing.
-
-
Pengaturan Mesin:
-
Bersihkan dan periksa roller secara berkala.
-
Gunakan kain penuntun (leader fabric) pada awal proses untuk menghindari kerusakan pada kain utama.
-
-
Formula Kimia:
-
Tambahkan pelicin (lubricant/softener) yang sesuai sebelum proses pengeringan.
-
Gunakan wetting agent untuk meratakan kelembaban kain sebelum masuk dryer atau stenter.
-
๐ Tips Tambahan:
-
Untuk kain polyester atau PE, creasemark bisa lebih susah hilang karena sifat termoplastiknya.
-
Lakukan inspeksi roll kain sebelum masuk proses dan pastikan tidak ada tekanan berlebih atau lipatan di permukaan.
ร Pembilasanmasihdalamkondisipanas max 70 drajat
ร Salah seting program jumper /lompat program
ร Kain pada saat masuk mesin celup melintir
ร Tidak menjalankan intruksi kerja seperti
masauk anticreas putar 5 menit lanjut masuk kain dst
ร Plot air kurang isi tidak sesuai ketentuan
contoh pe24 pakai 1;8
ร Tidak mengecek kondisi mesin seperti bocor,
nozle melintir ,karet rell tipis
ร Tidak membersihkan saringan banyak kotor
sehingga kain kurang lancar
ร Setting speed mesin terlalu lambat minimal
2,5 menit/1 cycle
ร Auxiliaries
tidak berfungsi sempurna
ร Kain gramasi tebal
ร Kain banyak mengandung miyak /oli
ร Kain harus ada preteatmen khusus seperti
freset /waterset dll
3. Faktor Mesin
ร Macet pada waktu
proses heating / cooling
ร over kapasitas
ร Mesin bocor sehingga hilang tekanan
ร Karet rell sudah tipis kain jadi tegang
ร Bering rell macet / vanbell kendor
ร Semprotan nozle tidak rata, ompong /melintir
ร Speed mesin tidak standar
4. Faktor Metode
ร Pemakaian nozel tidak sesuai dengan ukuran gramasi kain yang akan diproses/lingkaran nozle kurang lebih longgar 40%
ร Pengisian air tidak sesuai standar
ร Cara masuk kain tidak rapi/acak acakan
ร Start masuk kain speed terlalu cepat sehingga kain jubel
ร Proram proses tidak cocok dengan kain yang di
proses
ร Heating /cooling manual
.jpeg)
Comments
Post a Comment
Semoga bisa bermanfaat tips dan pengetahuannya. Salam ...