Oli Gomer pada hasil produksi
Oli gomer pada kain umumnya mengacu pada jenis oli pelumas (biasanya dari mesin rajut atau mesin produksi lainnya) yang menempel pada permukaan kain selama proses produksi. Masalah ini bisa menimbulkan noda membandel dan berdampak buruk pada kualitas akhir, terutama dalam proses pewarnaan (dyeing) atau finishing.
๐ Penyebab Oli Gomer Menempel pada Kain:
-
Kebocoran oli mesin rajut atau mesin produksi.
-
Pemeliharaan mesin yang kurang baik (seal bocor, filter oli kotor, dll).
-
Kontaminasi pada pipa udara atau roller (terutama pada mesin-mesin tua).
-
Tetesan dari oli pelumas yang berlebihan pada bagian-bagian bergerak.
-
Kain menggulung terlalu dekat dengan bagian mesin yang berminyak.
⚠️ Ciri-ciri Noda Oli Gomer:
-
Bentuk: Titik-titik acak, kadang seperti garis atau cipratan.
-
Warna: Kecoklatan, kekuningan, atau transparan mengkilap.
-
Tidak hilang hanya dengan air.
-
Terlihat lebih jelas setelah proses drying atau stenter.
๐งช Cara Menghilangkan / Mencegah Noda Oli Gomer:
✅ Pra-treatment:
-
Cuci oli (oil washing):
Menggunakan larutan kimia khusus, misalnya:-
Detergen industri berbasis emulsifier
-
Alkaline cleaner (NaOH ringan + surfaktan)
-
Solvent-base cleaner (untuk noda berat)
๐ Formulasi contoh:
-
-
Gunakan air panas saat mencuci agar oli lebih mudah terangkat (jangan hanya air dingin).
✅ Perawatan Mesin:
-
Periksa dan bersihkan roller, pipa angin, mesin rajut, dan permukaan yang kontak langsung dengan kain.
-
Gunakan oli food grade atau low-residue lubricant untuk mengurangi risiko noda.
-
Cek seal oli dan sistem pelumasan mesin secara rutin.
๐งฏ Pencegahan Lanjutan:
-
Lakukan pengecekan visual pada grey fabric sebelum masuk proses dyeing.
-
Siapkan proses spot cleaning manual (pakai kain + pelarut) untuk noda berat.
-
Jika kain sering terkontaminasi, pertimbangkan untuk membuat zona buffer antara mesin dan area penggulungan kain.
Comments
Post a Comment
Semoga bisa bermanfaat tips dan pengetahuannya. Salam ...