Penyebab Terjadinya Bercak obat/Belang celup pada kain


Penyebab Umum Bercak Obat pada Kain

  1. Obat Kimia Tidak Tersebar Merata:

    • Obat finishing seperti softener, anti bakteri, atau pengikat warna mungkin tidak terdispersi merata saat proses padding.

    • Bisa terjadi karena agitasi yang kurang baik di tangki atau distribusi tekanan roll tidak seimbang.

  2. Kontaminasi di Tangki Obat:

    • Larutan obat sudah terkontaminasi (misalnya dengan partikel, minyak, atau kotoran), sehingga menyebabkan noda atau bercak saat diaplikasikan.

  3. Kain Tidak Dibuka Sempurna:

    • Bila kain masuk ke mesin dalam kondisi terlipat atau tidak rata, bagian yang terlipat bisa tidak terkena obat atau sebaliknya menyerap lebih banyak, menyebabkan bercak.

  4. Kondisi Roll Padding Tidak Stabil:

    • Roll yang tidak seimbang tekanannya menyebabkan obat lebih banyak di satu sisi, atau adanya bagian mati (dead spot) pada roll yang tidak memeras dengan baik.

  5. Pengeringan Tidak Merata:

    • Bila suhu atau aliran udara dalam oven/pengering tidak merata, bisa menyebabkan bercak akibat obat yang tidak kering sempurna atau terlalu cepat mengering di beberapa bagian.


🧪 Analisa Tambahan yang Bisa Dilakukan:

  • Tes Spot Test: Coba test lokal dengan air hangat atau pelarut ringan. Jika bercak melunak atau luntur, berarti disebabkan oleh residu kimia yang tidak menyatu baik.

  • Periksa pH & Viskositas Larutan Obat: Jika terlalu tinggi/rendah, bisa menyebabkan tidak merata penyerapannya.

  • Cross Section Check: Potong dan analisa bagian dalam kain di area bercak untuk melihat apakah penetrasi obat hanya di permukaan atau merata.

Penyebab bercak obat/belang celup pada kain ada beberapa kemungkinan terutama dari 4M (Manusia, Material, Metode dan Mesin) kita akan membahas beberapa contoh dari kegagalan produksi kain yang menyebabkan kain bercak obat/belang celup.

1. Faktor Manusia

Ø  Pelarutan zat warna tidak larut sempurna masih gumpalan

Ø  Proses mixer dalam 1 ember lebih dari 10kg dystuff

Ø  Pemasukan zat warna ke mesin tidak sempurna bypass tidak menggunakan dosing

Ø  Salah setting program program langsung jumping setelah habis obat tidak di runtime 10menit

Ø  Masuk kain ke mesin tidakseimbang/ kelebihan (tidak di hitung) panjang sebelah jadi cycle lambat

Ø  Salah setting spped mesin terlalu lambat minimum 2,5 menit per 1 putaran

Ø  Mengurangi/memotong steep program /lompat program di manual

Ø  Masuk  zat warna tidak di saring/saringan bocor tidak segera di ganti

Ø  Salah setting timer dozing kecepetan standart 15-20menit/1 tanki obat

Ø  Waktu mixser tidak standar 1ember 10-15menit

Ø  Temperatur pelarutan terlalu panas untuk larutan dystuff dispers/reaktif max 40drajat

Ø  Terburu dalam pengerjaannya /tidak ikutin sop urutan masuk auxcleris runing 5 menit cek ph masuk warna runing 10 heating dst

Ø  Tidak mengecek semprotan nozle melintir atau ompong karena stelan atau sumbatan

Ø  Tida membersihkan saringan mesin sehingga tarikan lemah dan banyak sisa kotoran dll


2. Faktor Material

Ø  Bahan baku banyak mengandung minyak/ cuci oli kurang bersih

Ø  Molekul dytuff susah di celup/susah larut

Contoh bbls, red fb [red60] turquis dll

Ø  Penyerapan kain lambat seperti kain pollyster

Ø  Busa berlebih dari oli grey atau auxceleris tidak cocok


3. Faktor Mesin

Ø  Kain macet gulung / tarikan lambat karena ada kebocoran hilang tekanan

Ø  Dosing tiba-tiba error angin eror/penomatik Per nyangkut

Ø  Pemanasan tidak stabil naik turun temperatur karena steam boiler drop

Ø  Aliran listrik tiba-tiba mati

Ø  Nozle kotor banyak sumbatan atau melintir

Ø  Saringan mesin banyak kotoran sumbatan sisa sisa bulu kain dll

4. Faktor Metode

Ø  Speed pelan (tidak sesuai standart) max 2 Menit/cycle

Ø  Dosing dyestuff dan auxiliaries tidak sesuai max 1 tong obat

Ø  Steam pada saat proses tidak stabil uap drop kurang dari 3,5 bar atau mesin bocor

Ø  Parameter component dytuf tidak seimbang/tidak 1 tipe, tipe s [tua]

     Se [sedang] e muda di campur


Comments

Popular posts from this blog

Creasmark Pada Kain

Proses Pewarnaan Kain Polyester di Jet Dyeing

Belang benang/Barines pada kain setelah Dyeing