Studi Kasus: Menangani Warna Belang pada Kain TC Setelah Netdryer

Inspek Kain
Pengecekan Kain



Latar Belakang

Salah satu tantangan besar dalam proses pewarnaan kain TC (Teteron Cotton) adalah munculnya warna belang setelah proses pengeringan menggunakan netdryer. Masalah ini kerap muncul pada warna muda seperti krem, biru muda, atau hijau mint. Belang ini tampak lebih jelas setelah proses setting, dan sangat mengganggu tampilan akhir produk.


Deskripsi Masalah

Sebuah perusahaan tekstil mengalami keluhan dari pelanggan karena hasil akhir kain berwarna krem menunjukkan belang samar seperti garis atau lipatan memanjang. Setelah dianalisis, diketahui bahwa belang muncul setelah kain keluar dari mesin netdryer, padahal proses celup dan pencucian sudah terlihat normal.


Investigasi Lapangan

Langkah-langkah yang dilakukan tim QC dan produksi:

  1. Pemeriksaan Proses Sebelumnya:

    • Suhu celup: 130°C x 30 menit.

    • Pencucian normal tanpa keluhan.

    • Pemerataan warna saat kain basah tidak menunjukkan masalah.

  2. Pemeriksaan Mesin Netdryer:

    • Suhu: 170–180°C.

    • Kecepatan: 5 meter/menit.

    • Kain masuk dalam keadaan lembab >60% kelembaban.

  3. Temuan Awal:

    • Area belang selaras dengan pola aliran udara mesin netdryer.

    • Kain mengalami pengeringan tidak merata.

    • Beberapa titik menunjukkan efek seperti "shading" karena tumpukan lapisan kain.


Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis)

Penyebab utama ditemukan:

  • Kelembaban kain yang terlalu tinggi saat masuk netdryer, sehingga bagian dalam tidak kering sempurna.

  • Aliran udara panas di dalam mesin tidak merata (salah satu blower lemah).

  • Roll guide tidak rata menyebabkan lipatan ringan saat pengeringan.


Solusi dan Perbaikan

Perbaikan Teknis:

  • Menurunkan kelembaban kain sebelum netdryer ke <50% dengan menambah squeezing atau delay.

  • Kalibrasi ulang dan servis blower netdryer.

  • Periksa dan atur ulang tension dan guide roll agar kain masuk rata.

Perbaikan Proses:

  • Menambahkan anti-creasing agent pada proses celup untuk mencegah lipatan kering.

  • Menurunkan suhu dryer menjadi 160–165°C agar pengeringan lebih merata untuk warna muda.

Hasil Setelah Perbaikan:

  • Belang kain berkurang hingga 90%.

  • Hasil akhir warna krem terlihat lebih stabil.

  • Komplain pelanggan menurun drastis.


Kesimpulan

Masalah kecil seperti kelembaban dan aliran udara dapat berdampak besar pada kualitas akhir kain. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tim produksi, QC, dan maintenance untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Comments

Popular posts from this blog

Creasmark Pada Kain

Proses Pewarnaan Kain Polyester di Jet Dyeing

Belang benang/Barines pada kain setelah Dyeing