Warna tidak sesuai acuan master produksi (Kemudaan/Ketuaan)
๐ 1. Penyebab Umum
a. Formulasi Warna Tidak Sesuai
-
Kesalahan dalam menimbang atau mencampur dyestuff.
-
Salah input data (gram/liter, volume liquor, dsb).
-
Salah tipe pewarna (misal seharusnya disperse SE, tapi pakai S/E).
b. Suhu dan Waktu Proses Tidak Konsisten
-
Suhu celup naik terlalu cepat atau terlalu lambat (gradient tidak stabil).
-
Suhu tidak mencapai titik optimal untuk dyestuff.
-
Waktu tahan (holding time) tidak sesuai standar.
c. pH Tidak Stabil
-
pH saat proses dyeing tidak sesuai dengan kebutuhan jenis pewarna.
-
pH naik/turun drastis di tengah proses karena dosing bahan tidak stabil.
d. Persiapan Kain Kurang Baik
-
Pretreatment tidak bersih (masih ada minyak/olahan lama).
-
Variasi serapan pada permukaan kain menyebabkan penyerapan warna tidak merata.
e. Masalah pada Mesin Dyeing
-
Temperatur aktual berbeda dengan setting.
-
Flow dyeing tidak merata (sirkulasi terganggu).
-
Dosing otomatis tidak sinkron dengan waktu proses.
f. Kondisi Pewarna atau Bahan Kimia
-
Obat (dyestuff) kadaluarsa, menggumpal, atau tidak stabil.
-
Konsentrasi garam, soda, asam, dsb tidak sesuai.
๐ Langkah Koreksi
-
Bandingkan kembali data formulasi (dyestuff, garam, soda, dispersing agent, dsb) dengan yang digunakan saat proses.
-
Cek suhu dan grafik proses dyeing — apakah stabil dan sesuai SOP?
-
Lakukan kontrol pH dari awal sampai akhir proses.
-
Lakukan kontrol kualitas air (jika pakai air tanah, bisa mempengaruhi hasil warna).
-
Cek mesin dan sensor suhu/tekanan — pastikan tidak ada error.
-
Ambil sampel ulang dan buat trial lab untuk melihat perbedaan dari batch sebelumnya.
๐ Tips Praktis
-
Gunakan Colorimeter atau Spectrophotometer untuk membandingkan Delta E (ฮE) dengan master.
-
Buat standard operating procedure (SOP) untuk pengecekan warna di setiap tahapan.
-
Simpan catatan produksi detail, supaya mudah trace back jika terjadi penyimpangan warna.
ร Tidak cek pH [pH celup dispers 4,5-5/clp reaktip ph
11-13]
ร Memotong proses temperatur /fiksasi tidak
sesuai program
ร Salah cetakresep dari lab
ร Kain yang di pakai di lab tidak sama speknya
dengan yang di produksi
ร Program yang di pakai di produksi tidak sama
dengan lab
ร Auxceleries yang dipakai di lab tidak sama
dengan yang di pakai di produksi
ร Pemakaian air
tidaksesuaidengan mesin kelebihan atau kurang
ร Pembagian cup
tidakseimbang panjang
sebelah
ร Quantty tidak sesuai ketinggalan atau
kelebihan
ร Salah edit zatwarna pada saat
cetak resep
ร Salah ambil obat pada saat timbang obat
ร Salah memasukanobat terbalik contoh reaktif duluan baru dispers
ร Salah masukin obat rc bareng di celupan
ร Salah timbang obat
ร Timbangan gudang obat eror
ร Supplier benang yang
berbeda/beda lot benang
ร Kain yang di pakai maching speknya beda
dengan yang di gunakan di produksi
ร Auxcyleris ada yang berlawanan fungsi
ร Strength zatwarna
yang tidaksesuai /tidak 1
tipe [s,se dan e ]
ร beda lot dyestuff yang di gunakan
ร kesadahan air tinggi DH lebih dari 4
ร asam [PH] kadar buffer tidak stabil penguapan
ร Mesin macet putaran kain
tidak lancar
ร Valve pembuangan mesin bocor
ร Mesin bocor obat/uap ke buang
ร Temperature
tidak stabil/tidak
sampai
ร Meteran air tidak akurat /tidak singkron dengan control computer
ร Pt 100/sensor panas mesin error selisih
ร Timbangan gd obat error tidak di kalibrasi
ร Resep yang
tidaksesuai/resep lama
tidak di cek ulang
ร Plot air lab dan
produksi tidak sama
ร Kain macingan tidak tepat
ร Tidak kalibrasi mesin air /temperatur
ร Tidak cek kadar auxceleris yang di pakai
ร Pengaturan degradasi tidak sesuai plaingan
ร Tidak otomatis menambahkan chelating ketika
DH air jelek
ร Tidak melakukan test single color dystuff
Comments
Post a Comment
Semoga bisa bermanfaat tips dan pengetahuannya. Salam ...